Panduan

Apa Itu Split Pay dan Bedanya dengan Split Bill

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Pertanyaan apa itu split pay biasanya muncul saat seseorang menemukan istilah ini di aplikasi belanja atau di obrolan soal pembayaran. Sekilas terdengar sama dengan split bill, tetapi maksudnya sering berbeda jauh.

Bedanya sederhana kalau dilihat dari yang dibagi. Split bill membagi tagihan ke beberapa orang, sedangkan split pay membagi pembayaran, dan yang membaginya belum tentu orang.

Karena itu jawabannya tergantung konteks. Ada tiga arti yang paling sering dipakai.

Ringkasan singkat

  • Apa itu split pay: membagi satu pembayaran, bisa berdasarkan sumber dana atau berdasarkan penerima.
  • Arti pertama, satu transaksi dibayar dari dua sumber dana sekaligus.
  • Arti kedua, satu pembayaran otomatis terbagi ke beberapa penerima, biasanya untuk pedagang.
  • Arti ketiga, dipakai sehari-hari sebagai sinonim split bill, meski secara teknis tidak sama.

Apa itu split pay dalam arti pertama: dua sumber dana

Ini yang paling sering ditemui pembeli biasa. Kamu mau membayar satu pesanan, tetapi saldo di satu sumber tidak cukup untuk menutup seluruhnya.

Sebagian aplikasi belanja mengizinkan sisanya diambil dari sumber lain. Misalnya sebagian dari saldo dompet digital, sisanya dari kartu atau dari fasilitas bayar nanti.

Untuk pembeli, keuntungannya jelas: pesanan tetap jalan tanpa perlu mengisi saldo dulu. Risikonya juga jelas, yaitu satu belanja jadi meninggalkan dua jejak transaksi di dua tempat berbeda.

Arti kedua: satu pembayaran, beberapa penerima

Yang ini lebih sering dipakai pedagang dan pemilik platform. Satu pembayaran dari pembeli otomatis dibagi ke beberapa pihak begitu dana masuk.

Contohnya di lokapasar. Pembeli membayar sekali, lalu dananya terbagi ke penjual, ke ongkos kirim, dan ke potongan platform, tanpa ada yang memindahkan manual.

Untuk usaha kecil yang menitipkan barang ke pihak lain, mekanisme seperti ini mengurangi kerepotan bagi hasil di akhir bulan. Tetapi pencatatannya jadi lebih menuntut, karena yang masuk ke rekeningmu sudah bukan angka penuh.

Apa itu split pay kalau dilihat dari sisi catatan keuangan

Di sinilah dua arti tadi bertemu masalah yang sama. Angka yang kamu lihat di mutasi bukan lagi angka transaksinya.

Untuk arti pertama, satu belanja tiga ratus ribu bisa muncul sebagai dua baris, misalnya seratus ribu dan dua ratus ribu. Kalau dicatat sebagai dua pengeluaran terpisah, laporanmu memang tetap benar totalnya, tetapi kamu kehilangan konteks bahwa itu satu belanja.

Untuk arti kedua, penjualan lima ratus ribu bisa masuk ke rekening hanya empat ratus tiga puluh ribu setelah potongan. Kalau yang dicatat cuma yang masuk, omzetmu terlihat lebih kecil dan biaya platform tidak pernah kelihatan sebagai biaya.

Cara paling aman adalah mencatat nilai transaksi penuh, lalu mencatat potongannya sebagai biaya tersendiri. Dengan begitu kamu tahu omzet sebenarnya sekaligus tahu berapa yang habis untuk potongan.

Arti ketiga: dipakai saja sebagai sinonim

Dalam obrolan sehari-hari, banyak orang memakai kedua istilah ini bergantian. Kalau temanmu bilang "split pay ya" saat makan bareng, hampir pasti maksudnya membagi tagihan, bukan membagi sumber dana.

Tidak perlu mengoreksi di meja makan. Yang penting kamu tahu bedanya saat berhadapan dengan aplikasi atau saat mencatat, karena di situ salah paham berujung angka yang keliru.

Mencatatnya bisa sesingkat mengetik "belanja 300rb bayar dari 2 sumber" lewat BotMoni di WhatsApp. Untuk sisi pembagian tagihannya, bahasan apa itu split pay dibanding membagi tagihan menjelaskan cara memisahkan keduanya.

Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu mengingatkan agar setiap fasilitas bayar nanti dicatat sebagai kewajiban, bukan dianggap saldo yang bebas dipakai.

Yang perlu diperiksa sebelum memakainya

Sebelum membiasakan diri membayar dari dua sumber, periksa tiga hal:

  • Apakah ada biaya tambahan untuk salah satu sumber dana yang dipakai.
  • Bagaimana bentuk pengembaliannya kalau pesanan dibatalkan, karena dana bisa kembali ke dua tempat berbeda.
  • Apakah salah satu sumbernya berupa pinjaman, karena itu berarti kamu berutang, bukan sekadar membayar.

Poin ketiga yang paling sering diremehkan. Fasilitas bayar nanti terasa seperti saldo padahal bukan, dan tagihannya baru terasa di bulan berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu split pay, apakah sama dengan mencicil?

Tidak sama. Split pay membagi satu pembayaran berdasarkan sumber atau penerima pada saat itu juga, sedangkan mencicil membagi pembayaran ke beberapa waktu di masa depan.

Apakah memakai dua sumber dana kena biaya tambahan?

Tergantung sumbernya. Saldo dompet digital biasanya tidak, tetapi kartu atau fasilitas bayar nanti bisa punya biaya atau bunga sendiri. Periksa rinciannya di layar konfirmasi sebelum membayar.

Bagaimana kalau pesanannya dibatalkan?

Dana biasanya dikembalikan ke masing-masing sumber, dan waktunya bisa berbeda. Catat keduanya supaya kamu tahu mana yang sudah kembali dan mana yang belum.

Untuk pedagang, apakah perlu mencatat potongan platform?

Perlu, dan sebaiknya terpisah dari omzet. Tanpa itu kamu tidak akan pernah tahu berapa persen penghasilanmu yang habis di potongan sepanjang tahun.

Kesimpulan

Apa itu split pay bergantung pada siapa yang bertanya. Untuk pembeli, artinya satu belanja dibayar dari dua sumber dana; untuk pedagang, artinya satu pembayaran otomatis terbagi ke beberapa penerima.

Apa pun artinya di kasusmu, aturan mencatatnya sama: tulis nilai transaksi penuh, lalu pisahkan potongan atau sumber dananya. Dengan begitu angka di catatanmu tetap menggambarkan yang sebenarnya terjadi, bukan sekadar yang lewat di mutasi.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.