Kebanyakan orang memilih aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan dengan cara yang sama: membuka daftar rekomendasi, memasang tiga teratas, lalu memakai yang tampilannya paling enak dilihat.
Cara itu tidak salah, tapi sering berakhir sama. Sebulan kemudian aplikasinya masih terpasang, catatannya berhenti di tanggal sebelas.
Yang menentukan bukan tampilan, melainkan seberapa cocok alatnya dengan keadaanmu sehari-hari.
Ringkasan singkat
- Tentukan dulu keadaanmu: pribadi, rumah tangga, atau ada usaha yang uangnya bercampur.
- Aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan yang cocok untuk pedagang belum tentu cocok untuk karyawan.
- Ukur dari waktu mencatat satu transaksi, dan uji dengan transaksi tunai kecil.
- Pastikan datanya bisa diekspor sebelum kamu memindahkan catatan berbulan-bulan.
Pertanyaan pertama: uang siapa yang kamu catat
Ini pertanyaan yang paling sering dilewati, padahal paling menentukan.
Kalau yang dicatat hanya uangmu sendiri, hampir semua alat cukup. Kebutuhanmu sederhana: tahu ke mana uang habis, dan tahu sisa bulan ini.
Kalau ada usaha, ceritanya berbeda. Kamu butuh pemisahan yang jelas antara uang pribadi dan kas usaha, karena tanpa itu laba terlihat besar padahal uangnya sudah terpakai untuk belanja rumah.
Kalau yang dicatat uang rumah tangga bersama pasangan, syarat tambahannya adalah dua orang bisa mencatat ke tempat yang sama. Aplikasi yang hanya bisa dipakai satu akun akan membuat salah satu dari kalian berhenti mencatat.
Pertanyaan kedua: berapa lama mencatat satu transaksi
Hitung dengan jujur, pakai jam di ponselmu.
Ambil satu transaksi kecil, misalnya beli gorengan. Catat dari awal sampai tersimpan, dan lihat berapa detik yang dibutuhkan.
Kalau lebih dari lima belas detik, kemungkinan besar kamu akan menundanya saat sedang sibuk. Dan transaksi yang ditunda hampir selalu berubah menjadi transaksi yang hilang.
Aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan yang selesai dalam satu kalimat
Sebagian orang akhirnya memilih mencatat lewat ruang obrolan yang sudah terbuka sepanjang hari. Kamu mengetik "gorengan 5rb" atau "masuk hasil jualan 450rb", lalu catatannya tersimpan.
Tidak ada aplikasi yang dibuka, tidak ada kategori yang dipilih, tidak ada tombol simpan. Untuk transaksi tunai kecil, cara ini yang paling sering bertahan lebih dari tiga bulan.
Kamu bisa mencobanya lewat BotMoni di WhatsApp tanpa memasang apa pun. Untuk kebutuhan harian, bahasan aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan lewat chat menjelaskan pola kerjanya lebih rinci.
Pertanyaan ketiga: bisakah datanya keluar
Ini pertanyaan yang paling jarang ditanyakan, dan paling mahal kalau salah.
Catatan enam bulan adalah aset. Kalau aplikasi tidak menyediakan ekspor, kamu tidak sedang memilih alat, kamu sedang menitipkan aset ke tempat yang tidak punya pintu keluar.
Periksa sebelum mulai, bukan setelah terkumpul banyak. Cari menu ekspor, coba unduh satu berkas, dan pastikan berkasnya benar-benar terbaca di komputer.
Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu menekankan bahwa pencatatan baru bermanfaat kalau bisa dibaca kembali saat dibutuhkan, misalnya ketika mengajukan pembiayaan.
Ada satu ujian kecil yang bisa dilakukan di hari pertama. Masukkan lima transaksi contoh, lalu coba unduh datanya dan buka berkasnya.
Kalau hasilnya berupa tabel yang rapi, alat itu lulus. Kalau yang keluar hanya gambar tangkapan layar, atau tidak ada menu ekspor sama sekali, sebaiknya cari yang lain sebelum kamu terlanjur mengisi ratusan baris.
Ujian ini memakan waktu lima menit, dan menghemat banyak kerepotan di bulan keenam.
Yang tidak perlu dipertimbangkan saat memilih aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan
Beberapa hal sering dipakai sebagai alasan memilih, padahal pengaruhnya kecil:
- Jumlah bintang di toko aplikasi, karena banyak ulasan ditulis di hari pertama pemakaian.
- Banyaknya jenis grafik, karena grafik hanya sebagus data yang mengisinya.
- Fitur anggaran otomatis, karena anggaran gagal bukan karena tidak ada alatnya.
- Tampilan gelap atau terang, yang menyenangkan tetapi tidak membuatmu lebih rajin.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan harus terhubung ke rekening bank?
Tidak harus. Sambungan otomatis memang mengurangi ketikan, tetapi hanya menangkap transaksi non-tunai. Justru transaksi tunai kecil yang paling sering bocor, dan itu tetap harus dicatat manual.
Lebih baik satu aplikasi untuk semuanya atau dipisah?
Untuk kebanyakan orang, satu tempat lebih baik supaya tidak ada catatan yang tercecer. Pemisahan cukup dilakukan lewat kategori atau dompet di dalam satu alat yang sama.
Berapa lama sampai terasa manfaatnya?
Biasanya satu bulan penuh. Sebelum itu datanya belum cukup untuk memperlihatkan pola, dan menilai terlalu cepat sering membuat orang berpindah-pindah tanpa hasil.
Bagaimana kalau saya sudah telanjur mencatat di dua tempat?
Pilih satu sebagai tempat utama, lalu pindahkan yang lain sekali saja. Mempertahankan dua tempat sekaligus hampir selalu berakhir dengan keduanya tidak terisi.
Apakah harus mencatat sejak awal bulan?
Tidak perlu menunggu tanggal satu. Mulai hari ini juga dengan transaksi berikutnya, karena menunggu awal bulan hampir selalu berubah menjadi menunggu bulan depan lagi. Data setengah bulan tetap lebih berguna daripada niat yang tidak pernah jalan.
Kesimpulan
Aplikasi pencatatan pengeluaran dan pemasukan yang tepat adalah yang cocok dengan keadaanmu, bukan yang paling banyak fiturnya. Tentukan dulu uang siapa yang kamu catat, ukur waktu mencatatnya, lalu pastikan datanya bisa keluar.
Tiga pertanyaan itu menyingkirkan sebagian besar pilihan dalam sepuluh menit. Sisanya tinggal dipakai, karena alat terbaik tetap alat yang benar-benar kamu buka setiap hari.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.