Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali seseorang mulai serius mengatur uang: apakah masih perlu aplikasi catatan keuangan di laptop kalau semuanya sudah bisa dilakukan di ponsel?
Jawabannya tergantung pekerjaan apa yang kamu berikan kepadanya. Laptop sangat baik untuk satu jenis pekerjaan, dan sangat buruk untuk jenis yang lain.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memakainya untuk pekerjaan yang salah, lalu menyimpulkan bahwa mencatat keuangan itu merepotkan.
Ringkasan singkat
- Laptop unggul untuk mengolah, membandingkan, dan membuat laporan yang rapi.
- Aplikasi catatan keuangan di laptop lemah untuk menangkap transaksi, karena tidak ada saat uang keluar.
- Pola yang paling awet: catat di ponsel saat kejadian, olah di laptop sekali seminggu.
- Layar besar baru terasa gunanya setelah datanya lengkap, bukan sebelumnya.
Dua pekerjaan yang sering tertukar
Mencatat keuangan sebenarnya terdiri dari dua pekerjaan yang sifatnya berlawanan.
Pekerjaan pertama adalah menangkap transaksi. Ini harus terjadi dalam hitungan detik, di tempat kejadian, sambil berdiri di kasir atau di pinggir jalan.
Pekerjaan kedua adalah mengolah dan membaca. Ini boleh lambat, dilakukan sambil duduk, dan justru lebih baik kalau ada layar lebar serta papan ketik penuh.
Laptop hampir sempurna untuk yang kedua. Tetapi ia tidak pernah ada di sakumu saat membeli gorengan, dan di situlah masalahnya dimulai.
Kapan aplikasi catatan keuangan di laptop benar-benar berguna
Ada empat keadaan di mana laptop jelas lebih unggul daripada ponsel:
- Membuat rekap bulanan yang perlu dilihat berdampingan dengan bulan sebelumnya.
- Menyiapkan laporan sederhana untuk pengajuan pinjaman atau keperluan pajak.
- Membersihkan data lama, misalnya menyatukan kategori yang terlanjur terlalu banyak.
- Menghitung dengan rumus sendiri, misalnya proyeksi arus kas tiga bulan ke depan.
Untuk keempat pekerjaan itu, mengerjakannya di layar ponsel jauh lebih lambat dan lebih mudah salah. Kolom yang sempit membuat angka terpotong, dan menggeser layar terus-menerus membuat mudah kehilangan konteks.
Yang tidak bisa dilakukan aplikasi catatan keuangan di laptop
Ada satu hal yang tidak bisa ditutupi oleh spesifikasi sebagus apa pun. Laptop tidak ada di sana saat uangnya keluar.
Akibatnya pengisian selalu menyusul. Kamu mengumpulkan struk, mengingat-ingat, lalu mengetik semuanya di malam hari atau akhir pekan.
Transaksi tunai kecil paling sering hilang dalam proses itu. Parkir, jajan, ongkos, dan tip tidak meninggalkan jejak apa pun selain ingatan, dan ingatan tidak bisa diandalkan setelah tiga hari.
Karena itu banyak orang memakai ponsel untuk menangkap, lalu laptop untuk mengolah. Yang paling cepat diterima biasanya cara yang mirip mengirim pesan, misalnya mengetik "parkir 3rb" di ruang obrolan yang memang sudah terbuka.
Kamu bisa mencobanya lewat BotMoni di WhatsApp, lalu mengunduh hasilnya untuk dibuka di komputer. Kalau kamu ingin tetap memakai lembar kerja, bahasan aplikasi catatan keuangan di laptop berbasis lembar kerja menjelaskan pembagian tugasnya.
Aplikasi terpasang atau lewat peramban
Kalau kamu memang butuh mengolah di laptop, ada dua bentuk yang umum.
Aplikasi terpasang menyimpan berkas di komputermu sendiri. Kelebihannya jelas: bisa dibuka tanpa internet, dan datanya benar-benar di tanganmu. Kekurangannya, kalau komputer rusak dan tidak ada salinan, catatannya ikut hilang.
Layanan lewat peramban menyimpan data di server penyedia. Kelebihannya bisa dibuka dari mana saja, termasuk dari ponsel saat sedang di luar. Kekurangannya, kamu bergantung pada penyedia itu tetap beroperasi.
Apa pun pilihannya, satu syarat wajib tetap sama: harus ada cara mengunduh seluruh data ke berkas yang bisa dibuka sendiri. Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu menekankan bahwa catatan hanya bermanfaat kalau bisa dibaca kembali saat dibutuhkan.
Cara mencobanya tanpa membuang waktu
Jangan langsung memindahkan seluruh catatan. Ambil data satu bulan saja, lalu kerjakan rekapnya di laptop.
Kalau setelah satu bulan kamu merasa lebih cepat dan lebih jelas, lanjutkan. Kalau ternyata kamu jarang membukanya, itu tanda bahwa kebutuhanmu memang cukup dijawab ponsel.
Catat juga berapa kali kamu benar-benar membukanya dalam sebulan. Alat yang hanya dibuka dua kali biasanya bukan alat yang kamu butuhkan, melainkan alat yang kamu kira kamu butuhkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aplikasi catatan keuangan di laptop harus berbayar?
Tidak. Lembar kerja gratis sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan pribadi dan usaha kecil. Berbayar masuk akal hanya kalau ada satu hal konkret yang tidak bisa kamu lakukan sekarang.
Bisakah data dari ponsel dibuka di laptop?
Bisa, asal aplikasinya menyediakan ekspor ke format tabel. Periksa hal ini sebelum mengumpulkan banyak data, bukan setelahnya.
Apakah aman menyimpan catatan keuangan di komputer bersama?
Sebaiknya tidak, kecuali berkasnya diberi kata sandi dan disimpan di akun pengguna terpisah. Catatan keuangan memuat kebiasaan harianmu, dan itu informasi yang cukup pribadi.
Lebih baik satu aplikasi untuk ponsel dan laptop sekaligus?
Kalau ada yang benar-benar nyaman di keduanya, itu paling praktis. Tetapi jangan memaksakan satu alat kalau bagian mencatatnya jadi lambat, karena bagian itu yang menentukan datanya lengkap atau tidak.
Kesimpulan
Aplikasi catatan keuangan di laptop bukan barang wajib, tetapi juga bukan barang mubazir. Ia berguna sekali untuk mengolah, membandingkan, dan menyusun laporan yang rapi.
Yang perlu dihindari adalah menjadikannya tempat mencatat pertama kali. Tangkap transaksi di alat yang selalu kamu bawa, lalu biarkan laptop mengerjakan bagian yang memang jadi keahliannya.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.