Cara membuat laporan laba rugi sederhana untuk usaha kecil hanya butuh lima baris: omzet, biaya bahan, biaya operasional, gaji pemilik, dan laba bersih. Tidak perlu istilah akuntansi, tidak perlu lembar kerja bertingkat. Yang dibutuhkan adalah catatan harian yang lengkap, karena laporan laba rugi bukan sesuatu yang disusun, melainkan sesuatu yang diturunkan. Artikel ini menjelaskan lima barisnya, contoh angkanya, dan cara membacanya.
Panduan ini untuk pemilik usaha yang diminta laporan laba rugi oleh bank, mitra, atau dirinya sendiri, dan selama ini menjawabnya dengan "kira-kira untung".
Ringkasan singkat
- Cara membuat laporan laba rugi sederhana: lima baris, diturunkan dari catatan harian.
- Omzet adalah penjualan bersih setelah retur dan diskon.
- Biaya bahan dipisah dari biaya operasional supaya penyebab turunnya laba terlihat.
- Gaji pemilik wajib masuk sebagai biaya; kalau tidak, labanya palsu.
- Bandingkan tiga bulan berturut-turut, bukan satu bulan sendirian.
Kenapa laporan laba rugi terasa rumit
Karena contoh yang beredar adalah laporan perusahaan besar: pendapatan lain-lain, penyusutan, beban bunga, pajak tangguhan. Untuk warung, toko, atau jasa kecil, semua itu belum relevan. Yang relevan hanya: berapa masuk, berapa keluar untuk apa, berapa sisa.
Sikapi Uangmu OJK menempatkan laporan laba rugi sebagai alat memahami kesehatan usaha, bukan sebagai kewajiban administratif. Alat harus mudah dipakai, atau ia tidak dipakai.
Tiga kesalahan saat membuat laporan pertama kali
- Menyusunnya dari ingatan dan tumpukan nota di akhir bulan, sehingga bolong.
- Tidak memasukkan gaji pemilik, sehingga laba terlihat besar padahal pemiliknya tidak digaji.
- Mencampur uang pribadi ke dalam biaya usaha, atau sebaliknya.
Lima baris dalam cara membuat laporan laba rugi sederhana
Susun dari atas ke bawah. Setiap baris menjawab satu pertanyaan.
Baris 1: omzet bersih
Total penjualan sebulan dikurangi retur dan diskon. Untuk toko online, pakai uang yang benar-benar cair, bukan nilai pesanan.
Baris 2: biaya bahan atau barang dagangan
Semua belanja bahan baku atau barang untuk dijual kembali, termasuk kemasan. Omzet dikurangi baris ini adalah laba kotor, angka yang memberi tahu apakah harga jualmu masuk akal.
Baris 3: biaya operasional
Sewa, listrik, air, internet, transportasi, gaji karyawan, iklan, dan biaya kecil lain. Dipisah dari bahan supaya terlihat mana yang membengkak.
Baris 4: gaji pemilik
Angka tetap yang kamu ambil untuk diri sendiri setiap bulan. Wajib masuk. Usaha yang hanya untung kalau pemiliknya tidak digaji sebenarnya belum untung.
Baris 5: laba bersih
Omzet dikurangi tiga baris biaya. Positif berarti usaha menghasilkan lebih dari yang dimakannya. Negatif berarti ada yang harus berubah, dan empat baris di atasnya menunjukkan di mana.
Contoh laporan satu bulan untuk warung makan
- Omzet bersih: Rp27.500.000.
- Biaya bahan: Rp13.200.000. Laba kotor: Rp14.300.000, atau 52% dari omzet.
- Biaya operasional: Rp6.800.000.
- Gaji pemilik: Rp3.000.000.
- Laba bersih: Rp4.500.000.
Kalau bulan berikutnya omzet naik menjadi Rp30.000.000 tetapi laba bersih turun, lihat baris kedua: kemungkinan harga bahan naik dan harga jual belum menyesuaikan. Laporan lima baris cukup untuk menemukan itu dalam satu menit. Itulah gunanya lima baris yang dibaca berdampingan setiap bulan, bukan sekadar disimpan.
Menurunkannya dari catatan harian
Laporan yang disusun di akhir bulan selalu bolong. Laporan yang diturunkan dari catatan harian tinggal dibaca.
- Setiap penjualan dicatat saat terjadi, per transaksi atau per sesi, lewat chat.
- Setiap belanja bahan difoto struknya, masuk ke kategori bahan.
- Setiap biaya operasional dicatat dengan keterangan jelas, masuk kategorinya sendiri.
- Gaji pemilik dicatat sebagai pengeluaran bernama "gaji pemilik" di tanggal yang sama tiap bulan.
Dengan BotMoni, rekap bulanan per kategori dari catatan di WhatsApp sudah berbentuk lima baris itu, dan laporannya bisa dihasilkan siap kirim untuk bank atau mitra.
Laporan laba rugi berdiri di atas pencatatan harian yang rapi. Dasarnya dibahas terpisah di pembukuan UMKM sederhana.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah cara membuat laporan laba rugi sederhana ini diterima bank?
Untuk pembiayaan mikro dan kecil, laporan lima baris yang konsisten beberapa bulan biasanya menjadi dasar penilaian yang cukup. Yang dinilai adalah konsistensi dan kejujurannya, bukan istilahnya.
Bagaimana dengan pembelian alat seperti kompor atau etalase?
Untuk laporan sederhana, catat sebagai biaya di bulan pembelian dengan keterangan "alat". Pemisahan sebagai aset dan penyusutan baru diperlukan saat usaha sudah lebih besar.
Utang dan piutang masuk laporan laba rugi?
Tidak. Laporan laba rugi mencatat penjualan dan biaya; utang piutang dicatat terpisah. Penjualan "bayar nanti" tetap masuk omzet saat barang diserahkan, dan piutangnya dicatat di daftar sendiri.
Seberapa sering laporan perlu dibuat?
Bulanan. Mingguan cukup rekap tiga angka: omzet, biaya, selisih. Laporan lima baris dibaca sebulan sekali dan dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya.
Kesimpulan
Cara membuat laporan laba rugi sederhana adalah lima baris yang diturunkan dari catatan harian, dengan gaji pemilik sebagai biaya dan bahan dipisah dari operasional. Itu cukup untuk tahu apakah usahanya untung, dan cukup untuk ditunjukkan ke siapa pun yang memintanya. Mulai dengan cara membuat laporan laba rugi sederhana dari catatan harian di WhatsApp. Materi OJK tentang memahami kesehatan usaha ada di Sikapi Uangmu, dan paket dengan laporan siap kirim dijelaskan di halaman paket BotMoni.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.