Umkm

Cara Mengatur Keuangan Toko Online: Omzet Besar, Untung Tetap Terlihat

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Cara mengatur keuangan toko online berbeda dari toko fisik karena omzetnya besar tetapi biayanya tersembunyi: potongan marketplace, ongkos kirim yang ditanggung, biaya iklan, dan retur. Angka penjualan di dashboard marketplace bukan uang yang kamu terima. Artikel ini menjelaskan biaya-biaya itu, cara mencatatnya supaya untung bersih terlihat, dan tiga angka yang perlu dilihat setiap minggu.

Panduan ini untuk penjual di marketplace dan media sosial yang omzetnya naik terus tetapi saldo rekeningnya tidak ikut naik.

Ringkasan singkat

  • Cara mengatur keuangan toko online: catat uang yang benar-benar masuk rekening, bukan angka penjualan.
  • Pisahkan empat biaya: potongan platform, ongkos kirim, iklan, dan retur.
  • Hitung untung bersih per pesanan, bukan per bulan saja.
  • Pencairan dana dari marketplace dicatat sebagai pemasukan, dengan potongannya sebagai biaya.
  • Lihat tiga angka tiap minggu: pemasukan bersih, biaya iklan, tingkat retur.

Kenapa omzet naik tetapi saldo tidak

Dashboard marketplace menampilkan nilai pesanan, dan itu angka yang menyenangkan. Yang masuk ke rekening adalah nilai pesanan dikurangi potongan, biaya layanan, subsidi ongkos kirim, dan pesanan yang dibatalkan. Selisihnya bisa 15 sampai 30 persen, dan jarang dihitung.

Kementerian Keuangan lewat program UMKM go digital mendorong penjual daring mencatat biaya platform sebagai bagian dari harga pokok. Tanpa itu, harga jual disusun dari biaya barang saja, dan margin yang terlihat di kertas hilang di pencairan.

Empat biaya yang sering tidak dihitung

  1. Potongan komisi dan biaya layanan per pesanan.
  2. Ongkos kirim yang ditanggung penjual, termasuk saat promo gratis ongkir.
  3. Biaya iklan di dalam platform dan di media sosial.
  4. Retur dan pesanan gagal, termasuk kemasan yang terbuang.

Cara mengatur keuangan toko online dari pencairan dana

Uang yang nyata adalah yang cair ke rekening. Mulai dari situ.

Catat pencairan sebagai pemasukan

Setiap pencairan dari marketplace dicatat sebagai pemasukan dengan tanggal dan platformnya: "cair marketplace 4,2jt". Jumlah ini sudah bersih dari potongan, dan itulah omzet bersihmu.

Catat potongan sebagai biaya

Dari laporan pencairan, ambil total potongan dan biaya layanan, catat sebagai biaya platform. Dengan begitu kamu tahu berapa persen omzet yang diambil platform tiap bulan.

Catat iklan dan ongkos kirim terpisah

Biaya iklan dicatat saat ditagih. Ongkos kirim yang kamu tanggung dicatat per pengiriman atau per hari. Keduanya dipisah supaya terlihat mana yang naik saat omzet naik.

Catat retur sebagai kerugian

Barang yang kembali rusak atau kemasan yang terbuang dicatat sebagai kerugian retur. Tingkat retur yang naik adalah tanda masalah produk atau deskripsi, dan hanya terlihat kalau dicatat.

Menghitung untung bersih per pesanan

Untung bulanan bisa terlihat baik sementara sebagian produk sebenarnya rugi. Hitung per pesanan untuk produk utama.

  1. Harga jual di platform, misalnya Rp85.000.
  2. Kurangi potongan platform, misalnya 12%: Rp10.200.
  3. Kurangi subsidi ongkos kirim yang kamu tanggung, misalnya Rp5.000.
  4. Kurangi harga pokok barang dan kemasan, misalnya Rp48.000.
  5. Sisanya Rp21.800; kurangi bagian biaya iklan per pesanan, misalnya Rp6.000, jadi Rp15.800.

Kalau angka terakhir mendekati nol untuk produk yang paling laku, promo berikutnya justru mempercepat kerugian. Dengan BotMoni, pemasukan, biaya platform, iklan, dan retur dicatat dari WhatsApp dengan kategori masing-masing, dan rekap bulanan menunjukkan perbandingannya tanpa membuat tabel.

Tiga angka yang perlu dilihat tiap minggu

  • Pemasukan bersih yang benar-benar cair, dibanding minggu lalu.
  • Biaya iklan sebagai persentase pemasukan bersih. Kalau naik terus tanpa pemasukan naik, iklannya perlu ditinjau.
  • Tingkat retur, yaitu jumlah pesanan kembali dibanding total pesanan. Naik dua minggu berturut-turut berarti ada yang salah di produk atau deskripsinya.

Setelah tiga bulan, tambahkan satu kebiasaan: bayar diri sendiri gaji tetap dari toko, dan lihat apakah yang tersisa setelah itu masih positif.

Potongan platform dan ongkos kirim membuat perhitungan margin toko daring berbeda dari toko fisik. Dasar hitungannya dibahas di cara menghitung harga jual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cara mengatur keuangan toko online berbeda antara marketplace dan jualan lewat media sosial?

Prinsipnya sama, biayanya berbeda. Di media sosial tidak ada potongan platform, tetapi ongkos kirim dan iklan biasanya lebih besar, dan pembayaran masuk langsung ke rekening sehingga wajib dicatat per pesanan.

Bagaimana mencatat pesanan yang dibayar tetapi belum cair?

Catat sebagai piutang ke platform sampai cair, lalu pindahkan ke pemasukan saat dana masuk. Dengan begitu kamu tidak membelanjakan uang yang belum ada.

Berapa persen biaya iklan yang wajar?

Tergantung produk, tetapi kalau iklan memakan lebih dari margin bersih per pesanan, iklannya membuat rugi. Hitung per pesanan dulu sebelum menaikkan anggaran iklan.

Perlu aplikasi akuntansi khusus toko online?

Tidak untuk memulai. Yang penting empat biaya dipisah dan pencairan dicatat sebagai pemasukan. Catatan dari chat sudah cukup, dan datanya bisa diekspor ke CSV kalau nanti butuh diolah.

Kesimpulan

Cara mengatur keuangan toko online adalah berhenti melihat angka penjualan dan mulai mencatat uang yang benar-benar cair, dengan empat biaya yang dipisah. Untung bersih per pesanan yang dihitung jujur menyelamatkan toko dari promo yang mempercepat kerugian. Mulai dengan cara mengatur keuangan toko online berbekal catatan pencairan di WhatsApp. Program pendampingan UMKM digital ada di situs Kementerian Keuangan, dan paket dengan ekspor CSV dijelaskan di halaman paket BotMoni.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.