Umkm

Cara Mencatat Penjualan Harian yang Tidak Bolong Saat Toko Ramai

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Cara mencatat penjualan harian yang bertahan di toko yang ramai adalah mencatat per sesi, bukan per transaksi: total pagi, total siang, total sore, masing-masing satu pesan pendek dari HP. Saat sepi, catat per transaksi supaya tahu produk mana yang laku. Artikel ini menjelaskan kedua cara itu, kapan memakai yang mana, dan cara membaca angkanya setiap minggu.

Panduan ini untuk pemilik warung, toko, kios, atau jasa yang mencatat penjualan "nanti malam" dan hampir selalu lupa separuhnya.

Ringkasan singkat

  • Cara mencatat penjualan harian: per sesi saat ramai, per transaksi saat sepi.
  • Catat dari HP saat kejadian, bukan dari ingatan di malam hari.
  • Pisahkan penjualan tunai, transfer, dan "bayar nanti".
  • Lihat tiga angka tiap minggu: total, hari teramai, produk terlaris.
  • Satu buku kas bisa diisi kamu dan orang yang menjaga toko.

Kenapa catatan penjualan sering bolong

Toko ramai bukan waktu untuk menulis. Saat pembeli antre, mencatat terasa mengganggu, jadi ditunda; malam hari, angkanya sudah kabur. Hasilnya, catatan penjualan hanya lengkap di hari sepi, dan justru hari ramai yang paling penting tidak pernah tercatat.

OJK lewat Sikapi Uangmu menempatkan pencatatan penjualan sebagai dasar mengetahui untung usaha. Tanpa angka penjualan yang lengkap, omzet ditebak, dan semua keputusan setelahnya ikut menebak.

Tanda catatan penjualan belum bisa diandalkan

  1. Total penjualan hari Sabtu selalu "kira-kira".
  2. Kamu tidak tahu produk mana yang paling laku minggu ini.
  3. Penjualan "bayar nanti" tercampur dengan penjualan tunai.

Dua cara mencatat penjualan harian, pilih sesuai keadaan

Keduanya sah. Yang salah adalah memaksakan satu cara untuk semua keadaan.

Per sesi, saat ramai

Bagi hari menjadi dua atau tiga sesi. Di akhir setiap sesi, hitung laci atau lihat mesin kasir, lalu catat totalnya: "jual pagi 420rb". Tiga pesan sehari, kurang dari satu menit total.

Per transaksi, saat sepi

Saat pembeli satu-satu, catat tiap transaksi dengan nama produknya: "jual 2 kopi susu 30rb". Dari catatan seperti ini kamu tahu produk mana yang laku, bukan hanya berapa totalnya.

Cara mencatat penjualan harian untuk jasa

Untuk salon, bengkel, atau jasa lain, catat per pelanggan dengan jenis layanannya: "potong rambut 35rb". Jasa jarang seramai warung, jadi per transaksi hampir selalu bisa.

Pisahkan cara bayarnya

Total penjualan yang benar belum tentu uang yang benar-benar ada di tangan.

  • Tunai: masuk laci hari itu, catat apa adanya.
  • Transfer atau QRIS: masuk rekening, catat dengan keterangan "transfer" supaya laci dan rekening bisa dicocokkan.
  • Bayar nanti: catat sebagai piutang dengan nama pembelinya, bukan sebagai penjualan tunai. Uangnya belum ada.

Dengan BotMoni, ketiganya diketik dari WhatsApp seperti pesan biasa, dan rekap mingguan memisahkan penjualan dari piutang. Orang yang menjaga toko bisa ikut mencatat dari nomornya sendiri ke buku kas yang sama, dan setiap catatan menyimpan siapa yang memasukkannya.

Tiga angka yang perlu dilihat tiap minggu

Catatan penjualan hanya berguna kalau dibaca. Cukup tiga angka ini setiap Minggu malam.

  1. Total penjualan minggu ini dibanding minggu lalu. Naik atau turun, dan berapa persen.
  2. Hari teramai dan hari tersepi. Setelah empat minggu, polanya jelas, dan kamu bisa mengatur stok serta jam buka.
  3. Produk terlaris, kalau kamu mencatat per transaksi. Produk yang tidak pernah muncul di daftar ini adalah stok yang diam.

Setelah tiga bulan, tambahkan satu angka: rata-rata penjualan per hari. Itu angka yang paling berguna saat memutuskan menambah orang atau membuka cabang.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mencatat penjualan dan belanja stok di buku yang sama tanpa keterangan, sehingga total penjualan tercampur.
  • Menunda catatan sesi siang sampai malam, lalu menebak.
  • Tidak mencatat penjualan kecil karena "cuma seribu dua ribu", padahal itulah yang menumpuk.
  • Menganggap uang di laci sebagai penjualan, padahal ada kembalian dan uang pribadi di dalamnya.

Kalau salah satu terjadi, tidak perlu mengulang dari awal. Lanjutkan dari sesi berikutnya; catatan yang bolong satu sesi masih jauh lebih berguna daripada yang berhenti.

Catatan penjualan harian baru terasa gunanya kalau harga jualnya memang dihitung, bukan ditebak. Rumusnya ada di cara menghitung harga jual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cara mencatat penjualan harian harus memakai mesin kasir?

Tidak. Mesin kasir membantu saat jenis barang sudah banyak. Untuk memulai, catatan per sesi atau per transaksi dari HP sudah cukup, dan lebih mungkin diisi setiap hari.

Bagaimana kalau ada retur atau barang dikembalikan?

Catat sebagai pengurang penjualan dengan keterangan "retur", di hari kejadian. Jangan menghapus catatan penjualan aslinya, supaya jejaknya tetap ada.

Berapa sesi yang ideal untuk warung yang buka pagi sampai malam?

Tiga sesi: pagi, siang, malam. Kalau ada jam sangat ramai, tambahkan satu sesi khusus untuk jam itu.

Bisakah penjualan dicatat oleh karyawan tanpa melihat rekap?

Bisa. Setiap orang mencatat dari nomornya sendiri, dan rekap lengkap hanya dibuka pemilik dari dashboard web.

Kesimpulan

Cara mencatat penjualan harian yang tidak bolong adalah yang menyesuaikan keadaan: per sesi saat ramai, per transaksi saat sepi, selalu dari HP saat kejadian. Angka yang lengkap selama empat minggu sudah cukup untuk melihat hari teramai dan produk terlaris. Mulai dengan cara mencatat penjualan harian dari WhatsApp. Dasar pencatatan keuangan usaha dari OJK ada di Sikapi Uangmu, dan paket untuk toko yang dicatat beberapa orang ada di halaman paket BotMoni.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.