Umkm

Cara Mengelola Stok Barang di Toko Kecil Tanpa Aplikasi Gudang

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Cara mengelola stok barang di toko kecil tidak butuh aplikasi gudang; yang dibutuhkan adalah hitungan seminggu sekali, catatan belanja yang lengkap, dan satu daftar barang yang tidak bergerak. Stok yang menumpuk adalah uang yang berhenti bekerja, dan stok yang kosong adalah penjualan yang hilang. Artikel ini menjelaskan cara menjaga keduanya dengan usaha yang kecil.

Panduan ini untuk warung kelontong, toko daring rumahan, dan kios dengan puluhan sampai ratusan jenis barang, yang selama ini tahu stoknya "dari melihat rak".

Ringkasan singkat

  • Cara mengelola stok barang: hitung mingguan, catat belanja dari struk, tandai barang yang diam.
  • Fokus pada 20% barang yang menyumbang sebagian besar penjualan.
  • Tetapkan batas pesan ulang untuk barang laris, supaya tidak pernah kosong.
  • Barang yang tidak terjual dalam sebulan dijual cepat, bukan disimpan.
  • Bandingkan belanja stok dengan penjualan setiap minggu.

Kenapa stok menjadi masalah yang tidak terlihat

Stok tidak terasa seperti uang, padahal itu uang yang berubah bentuk. Toko yang omzetnya bagus tetap bisa kehabisan uang kalau terlalu banyak yang menumpuk di rak dan gudang.

Sikapi Uangmu OJK mengingatkan bahwa aset usaha bukan hanya kas, tetapi termasuk persediaan. Persediaan yang tidak dicatat berarti sebagian aset usaha tidak pernah dihitung, dan keputusan belanja berikutnya hanya menebak.

Tanda stok belum dikelola

  1. Barang laris sering kosong, sementara barang lain berdebu.
  2. Belanja stok terasa selalu berat padahal penjualan lumayan.
  3. Ada barang kedaluwarsa yang ketahuan saat sudah lewat.

Cara mengelola stok barang dengan tiga kebiasaan

Tiga kebiasaan ini cukup untuk toko dengan ratusan jenis barang.

Kebiasaan 1: hitung mingguan, bukan harian

Pilih satu hari sepi. Hitung barang yang laris dan barang yang mahal saja; barang murah yang lambat cukup dihitung sebulan sekali. Tulis jumlahnya, bandingkan dengan minggu lalu dikurangi penjualan.

Kebiasaan 2: catat setiap belanja stok dari struknya

Setiap kali belanja ke grosir atau pemasok, foto notanya. Nominal, tanggal, dan itemnya tercatat, dan kamu tahu persis berapa uang yang berubah menjadi stok minggu itu.

Kebiasaan 3: tandai barang yang diam

Barang yang tidak terjual satu pun dalam sebulan masuk daftar "diam". Jual dengan diskon, bundel dengan barang laris, atau jangan dibeli lagi. Rak tidak boleh menjadi museum.

Fokus pada barang yang menghidupi toko

Di hampir semua toko, sebagian kecil barang menyumbang sebagian besar penjualan. Itulah barang yang tidak boleh kosong.

  • Dari catatan penjualan sebulan, urutkan barang dari yang paling sering terjual.
  • Ambil dua puluh persen teratas; itu daftar prioritas stok.
  • Untuk setiap barang prioritas, tetapkan batas pesan ulang: kalau tersisa sekian, belanja lagi.
  • Barang di luar daftar prioritas dibeli secukupnya, bukan sekardus karena "ada diskon grosir".

Dengan BotMoni, penjualan yang dicatat per transaksi dari WhatsApp menghasilkan gambaran produk terlaris di rekap, dan belanja stok dari foto nota tercatat di kategori yang sama, jadi perbandingannya langsung terlihat.

Membandingkan belanja stok dengan penjualan

Ini angka yang paling menentukan kesehatan toko, dan paling jarang dilihat.

  1. Setiap Minggu malam, lihat total belanja stok minggu ini dan total penjualan minggu ini.
  2. Kalau belanja stok terus lebih besar dari sebagian penjualan selama tiga minggu, stok sedang menumpuk.
  3. Kalau barang laris kosong di tengah minggu, batas pesan ulangnya terlalu rendah.
  4. Sebulan sekali, hitung nilai stok yang diam. Itu uang yang bisa kembali kalau dijual cepat.

Setelah tiga bulan, belanja stok biasanya turun tanpa satu pun barang laris yang kosong, hanya karena barang yang diam berhenti dibeli.

Contoh hitungan mingguan untuk tiga barang laris

  • Minyak goreng: minggu lalu 24, terjual 18, sisa 6. Batas pesan ulang 8, jadi belanja lagi minggu ini.
  • Mi instan: minggu lalu 60, terjual 35, sisa 25. Masih aman sampai minggu depan.
  • Gula: minggu lalu 12, terjual 3, sisa 9. Tidak perlu belanja, dan pertimbangkan membeli lebih sedikit bulan depan.

Tiga baris seperti ini, seminggu sekali, sudah mengubah belanja stok dari tebakan menjadi keputusan. Tidak perlu aplikasi gudang untuk sampai ke sini.

Harga modal yang kamu dapat dari catatan stok inilah yang nanti dipakai menentukan harga jual. Cara menghitungnya dibahas di cara menghitung harga jual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cara mengelola stok barang ini cocok untuk toko daring?

Cocok, bahkan lebih penting karena pembeli daring tidak bisa "ganti barang" saat kosong. Batas pesan ulang untuk barang laris menjaga toko tidak terlihat kosong.

Berapa lama stok yang wajar untuk toko kecil?

Untuk barang laris, cukup untuk satu sampai dua minggu penjualan. Untuk barang lambat, jangan lebih dari sebulan. Barang yang lebih lama dari itu sedang mengikat uang.

Bagaimana mencatat barang rusak atau kedaluwarsa?

Catat sebagai kerugian stok dengan nama barangnya di hari ditemukan. Jumlahnya per bulan memberi tahu barang mana yang sebaiknya dibeli lebih sedikit.

Perlu aplikasi kasir dengan fitur stok?

Saat jenis barang sudah ratusan dan ada beberapa kasir, ya. Untuk memulai, hitungan mingguan dan catatan belanja dari struk sudah cukup, dan lebih mungkin dijalankan.

Kesimpulan

Cara mengelola stok barang di toko kecil adalah soal tiga kebiasaan: hitung mingguan, catat belanja dari struk, dan tandai barang yang diam. Fokus pada barang yang menghidupi toko, dan bandingkan belanja stok dengan penjualan setiap minggu. Mulai dengan cara mengelola stok barang berbekal catatan belanja dan penjualan di WhatsApp. Dasar pengelolaan aset usaha dari OJK ada di Sikapi Uangmu, dan pertanyaan tentang mencatat dari foto nota dijawab di FAQ BotMoni.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.