Panduan

Cara Membuat Catatan Keuangan Pribadi yang Bertahan Setahun Penuh

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Cara membuat catatan keuangan pribadi yang bertahan bukan soal format yang lengkap, melainkan soal tiga hal: kolom yang cukup, alat yang sudah kamu buka setiap hari, dan satu kebiasaan mingguan yang membuat catatannya terasa ada gunanya. Kebanyakan catatan keuangan gagal bukan karena salah format, tetapi karena terasa seperti pekerjaan tambahan. Artikel ini menunjukkan cara membuatnya hari ini juga, dan menjaganya sampai setahun.

Panduan ini untuk kamu yang pernah mencoba buku tulis, lembar kerja, atau aplikasi, dan berhenti di minggu kedua setiap kalinya.

Ringkasan singkat

  • Cara membuat catatan keuangan pribadi: tanggal, nominal, keterangan. Kategori ditebak, bukan dipilih.
  • Catat di tempat yang sudah dibuka setiap hari, bukan di aplikasi baru.
  • Catat saat kejadian; catatan malam hari selalu bolong.
  • Rekap mingguan adalah alasan catatannya terasa berguna.
  • Bolong seminggu tidak apa-apa; berhenti selamanya yang masalah.

Kenapa catatan keuangan berhenti di minggu kedua

Minggu pertama masih semangat. Minggu kedua, mencatat mulai terasa seperti tugas: buka aplikasi, isi lima kolom, pilih kategori dari daftar panjang, simpan. Untuk parkir Rp2.000, rasanya tidak sepadan, dan sekali dilewati, selanjutnya lebih mudah dilewati.

Sikapi Uangmu OJK menempatkan pencatatan sebagai langkah pertama mengelola keuangan pribadi. Langkah pertama harus yang paling ringan, karena kalau yang pertama berat, tidak ada langkah kedua.

Tiga hal yang membuat catatan terasa berat

  1. Terlalu banyak kolom yang harus diisi.
  2. Terlalu banyak kategori yang harus dipilih.
  3. Tidak pernah dibaca, jadi tidak pernah terasa gunanya.

Tiga kolom dalam cara membuat catatan keuangan pribadi

Semua yang lain bisa diturunkan dari tiga kolom ini.

Tanggal

Kapan terjadinya, bukan kapan dicatatnya. Kalau mencatat lewat chat, tanggalnya otomatis, dan kalau kejadiannya kemarin cukup sebut "kemarin".

Nominal

Angka bulat sudah cukup. Rp24.500 boleh dicatat "24rb"; yang penting tercatat, bukan tepat sampai rupiah terakhir.

Keterangan pendek

Dua sampai empat kata: "makan siang", "bensin", "kado ulang tahun". Dari keterangan inilah kategori bisa ditebak, tanpa kamu memilihnya.

Kategori sebaiknya ditebak oleh alatnya dari keterangan, dan kamu hanya membetulkan kalau meleset. Memilih kategori sendiri di setiap transaksi adalah gesekan yang membuat orang berhenti.

Alat: yang sudah kamu buka setiap hari

Aplikasi keuangan yang harus dibuka khusus untuk mencatat akan kalah oleh rasa malas. Aplikasi yang sudah dibuka puluhan kali sehari untuk hal lain tidak punya hambatan itu.

  1. Catat di WhatsApp: ketik "makan siang 25rb", selesai.
  2. Struk difoto, bukan diketik; item dan totalnya terbaca sendiri.
  3. Voice note saat tangan sibuk: "tadi bensin lima puluh ribu".
  4. Rekap diminta lewat chat juga: "rekap minggu ini".

Dengan BotMoni, keempatnya terjadi di chat WhatsApp atau Telegram, kategori ditebak dari kalimatmu, dan rekapnya bisa dibuka kapan saja dari dashboard web. Tidak ada aplikasi yang harus dibuka khusus untuk mencatat.

Kebiasaan mingguan yang membuat catatannya berguna

Catatan yang tidak pernah dibaca akan berhenti ditulis. Kebiasaan ini yang menjaganya.

  • Setiap Minggu malam, lihat rekap mingguan per kategori. Lima menit.
  • Cari satu hal yang mengejutkan: kategori yang lebih besar dari dugaan, atau pengeluaran kecil yang ternyata sering.
  • Putuskan satu penyesuaian kecil untuk minggu depan. Satu saja.
  • Di akhir bulan, bandingkan dengan bulan lalu. Itu saat catatan mulai terasa seperti alat, bukan tugas.

Setelah tiga bulan, kamu punya data yang cukup untuk membuat anggaran yang realistis, karena angkanya dari hidupmu sendiri.

Kalau bolong, lanjutkan saja

Setiap orang pernah bolong. Yang membedakan catatan yang bertahan setahun dari yang berhenti adalah reaksi saat bolong.

  • Jangan mengisi ulang hari yang bolong dari ingatan; angkanya tidak akan akurat.
  • Lanjutkan dari hari ini, seolah tidak ada yang terlewat.
  • Kalau bolong sebulan, mulai lagi dengan rekap mingguan pertama sebagai titik nol.
  • Catatan yang bolong 20% masih memberi gambaran 80%, dan itu jauh lebih baik dari nol.

Yang dicari bukan catatan yang sempurna, melainkan catatan yang masih hidup di minggu kelima puluh.

Catatan yang sudah jalan sebulan biasanya langsung memperlihatkan di mana uangnya bisa dihemat. Langkah lanjutannya ada di cara menghemat pengeluaran bulanan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cara membuat catatan keuangan pribadi harus mencatat pemasukan juga?

Sebaiknya ya, minimal yang rutin seperti gaji. Dengan begitu rekap bulanan menunjukkan selisih, bukan hanya pengeluaran.

Perlu mencatat pengeluaran sekecil parkir dan permen?

Perlu, justru itu yang paling sering membocorkan uang tanpa terasa. Kalau mencatatnya cukup dengan lima detik ketikan, tidak ada alasan melewatkannya.

Lembar kerja atau aplikasi khusus tidak bagus?

Bagus untuk yang disiplin. Untuk kebanyakan orang, alat yang sudah dibuka tiap hari lebih mungkin bertahan daripada alat yang harus dibuka khusus.

Berapa lama sampai catatan terasa manfaatnya?

Biasanya di rekap mingguan ketiga, saat tiga minggu bisa dibandingkan dan polanya mulai terlihat.

Kesimpulan

Cara membuat catatan keuangan pribadi yang bertahan setahun adalah tiga kolom, alat yang sudah dibuka setiap hari, dan rekap mingguan yang membuatnya terasa berguna. Kalau bolong, lanjutkan; yang penting tidak berhenti. Mulai hari ini dengan cara membuat catatan keuangan pribadi lewat chat WhatsApp. Materi dasar pengelolaan keuangan pribadi dari OJK ada di Sikapi Uangmu, dan pertanyaan tentang cara kerja bot dijawab di FAQ BotMoni.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.