Kategori pengeluaran bulanan yang baik bukan yang paling lengkap, melainkan yang paling cepat dipilih saat mencatat. Delapan kategori cukup untuk hampir semua orang; lebih dari itu, memilih kategori berubah menjadi pekerjaan tersendiri dan pencatatan berhenti. Artikel ini memberikan daftar delapan kategori, aturan memilihnya, dan kesalahan pengelompokan yang membuat rekap bulanan menyesatkan.
Panduan ini untuk kamu yang pernah membuat dua puluh kategori di aplikasi keuangan, lalu berhenti mencatat karena bingung memilih.
Ringkasan singkat
- Kategori pengeluaran bulanan cukup delapan: tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, belanja, kesehatan, hiburan, lain-lain.
- Kategori dipilih dari fungsi pengeluaran, bukan dari tempat membelinya.
- "Lain-lain" tidak boleh lebih dari 10% total; kalau lebih, ada kategori yang hilang.
- Rincian disimpan di catatan transaksi, bukan di nama kategori.
- Tinjau kategori sekali dalam tiga bulan, bukan setiap minggu.
Kenapa kategori yang terlalu banyak justru merugikan
Setiap kali mencatat, otak harus memilih. Delapan pilihan selesai dalam sedetik. Dua puluh pilihan menuntut berpikir, dan berpikir pada transaksi Rp10.000 terasa tidak sepadan. Begitu terasa tidak sepadan, pencatatan berhenti.
Sikapi Uangmu OJK menganjurkan pengelompokan pengeluaran sebagai dasar anggaran, tetapi tidak pernah menganjurkan rinci sampai tingkat merek atau toko. Kategori adalah alat untuk melihat pola, bukan untuk mengarsipkan hidup.
Tanda kategori pengeluaran bulanan sudah terlalu banyak
- Kamu sering ragu antara dua kategori untuk satu transaksi.
- Ada kategori yang isinya kurang dari tiga transaksi sebulan.
- Rekap bulanan terlihat seperti daftar panjang, bukan gambaran.
Delapan kategori pengeluaran bulanan yang cukup
Daftar ini menutup hampir semua pengeluaran rumah tangga biasa.
Empat kategori kebutuhan
- Tempat tinggal: sewa, cicilan rumah, iuran lingkungan, perbaikan.
- Makan: belanja dapur, makan di luar, kopi, jajan.
- Transportasi: bensin, ojek, angkutan umum, parkir, tol, servis kendaraan.
- Tagihan: listrik, air, internet, pulsa, langganan yang rutin.
Empat kategori pelengkap
- Belanja: pakaian, perlengkapan rumah, elektronik.
- Kesehatan: obat, dokter, vitamin, asuransi kesehatan.
- Hiburan: nonton, wisata, hobi, hadiah, nongkrong.
- Lain-lain: pengeluaran yang benar-benar tidak masuk mana pun.
Kalau ada anak, tambahkan kategori kesembilan: anak, untuk sekolah dan kebutuhan mereka. Kalau menjalankan usaha, pisahkan sama sekali dari buku kas pribadi, jangan dijadikan kategori.
Aturan memilih kategori dengan cepat
Tanpa aturan, kategori dipilih berdasarkan suasana hati, dan rekapnya jadi tidak bisa dibandingkan antar bulan.
- Pilih dari fungsinya, bukan tempatnya. Kopi di minimarket tetap makan, bukan belanja.
- Satu transaksi, satu kategori. Struk belanja campuran dicatat ke kategori terbesarnya, kecuali kalau mau dipecah.
- Rincian masuk ke catatan. "makan siang bareng tim" adalah catatan; kategorinya tetap makan.
- Lain-lain adalah pengecualian. Kalau bulan ini isinya lebih dari 10% total, lihat isinya, dan kemungkinan ada kategori yang perlu ditambah.
Dengan BotMoni, kategori ditebak otomatis dari kalimat yang kamu ketik, misalnya "bensin 50rb" langsung masuk transportasi. Kamu hanya perlu membetulkan kalau tebakannya meleset, dan itu jarang terjadi untuk delapan kategori dasar.
Kesalahan pengelompokan yang membuat rekap menyesatkan
- Memasukkan langganan hiburan ke tagihan, sehingga pos hiburan terlihat kecil.
- Memasukkan makan di luar ke hiburan, sehingga pos makan terlihat hemat.
- Membuat kategori "darurat" untuk pengeluaran yang sebenarnya kelalaian, misalnya denda keterlambatan.
- Mengganti nama kategori tiap bulan, sehingga rekap tidak bisa dibandingkan.
Kategori yang konsisten selama tiga bulan lebih berharga daripada kategori yang sempurna selama satu bulan.
Contoh rekap bulanan dengan delapan kategori
Beginilah rekap yang bisa dibaca dalam sepuluh detik.
- Tempat tinggal: Rp1.500.000, 30%.
- Makan: Rp1.400.000, 28%.
- Transportasi: Rp450.000, 9%.
- Tagihan: Rp600.000, 12%.
- Belanja: Rp350.000, 7%.
- Kesehatan: Rp150.000, 3%.
- Hiburan: Rp400.000, 8%.
- Lain-lain: Rp150.000, 3%.
Total Rp5.000.000, dan dua kategori teratas menguasai lebih dari separuh. Itu wajar. Yang perlu dilihat bulan berikutnya adalah apakah makan naik tanpa alasan, dan apakah lain-lain tetap kecil. Dengan dua puluh kategori, gambaran sejelas ini tidak akan pernah muncul; yang muncul hanya daftar panjang yang membuat malas melihat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah kategori pengeluaran bulanan harus sama untuk semua orang?
Tidak. Delapan kategori di atas adalah titik awal. Yang punya anak menambah kategori anak; yang sering bepergian mungkin memisahkan perjalanan dari transportasi. Jaga agar totalnya tetap di bawah sepuluh.
Bagaimana mencatat belanja bulanan yang isinya campuran?
Catat ke kategori terbesarnya, biasanya makan, dan tulis rinciannya di catatan. Memecah satu struk ke lima kategori hanya sepadan kalau nilainya besar.
Langganan aplikasi masuk tagihan atau hiburan?
Kalau fungsinya hiburan, masuk hiburan, walaupun ditagih rutin. Kategori tagihan untuk yang mendukung kebutuhan: listrik, air, internet, pulsa.
Kapan waktu yang tepat menambah kategori?
Saat pos lain-lain melewati 10% total selama dua bulan berturut-turut, dan isinya ternyata sejenis. Selain itu, tahan diri.
Kesimpulan
Kategori pengeluaran bulanan yang tepat adalah yang bisa dipilih dalam sedetik dan konsisten dari bulan ke bulan. Delapan sudah cukup untuk melihat pola, dan pola itulah yang membuat pencatatan terasa berguna. Mulai dengan kategori pengeluaran bulanan yang ditebak otomatis lewat WhatsApp. Dasar pengelompokan pengeluaran versi OJK ada di Sikapi Uangmu, dan pertanyaan tentang cara bot menebak kategori dijawab di FAQ BotMoni.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.