Kebutuhan aplikasi split bill biasanya muncul setelah kejadian yang sama berulang: kamu menalangi makan bareng, lalu repot menghitung dan menagih satu per satu.
Pilihannya sekarang banyak, tetapi sebagian besar dipakai sekali lalu dilupakan. Bukan karena aplikasinya buruk, melainkan karena yang dibutuhkan orang berbeda-beda tergantung seberapa sering ia patungan.
Ringkasan singkat
- Ada empat jenis: fitur bawaan dompet digital, aplikasi khusus, lembar kerja, dan pencatatan lewat chat.
- Aplikasi split bill paling cocok dipilih menurut frekuensi patunganmu, bukan menurut jumlah fiturnya.
- Untuk patungan sesekali, fitur bawaan dompet digital hampir selalu cukup.
- Untuk patungan rutin, yang lebih dibutuhkan adalah riwayat talangan, bukan kalkulatornya.
Empat jenis yang umum dipakai
Fitur bawaan dompet digital. Sebagian dompet digital sudah punya menu pembagian tagihan, bahkan bisa memindai struk. Paling praktis kalau semua temanmu memakai aplikasi yang sama.
Aplikasi khusus pembagi tagihan. Fokusnya satu, yaitu menghitung siapa berutang berapa. Biasanya bagus untuk perjalanan bersama, karena bisa merangkum banyak transaksi sekaligus di akhir.
Lembar kerja. Cara paling fleksibel dan gratis. Cocok untuk patungan besar dan jarang, seperti sewa vila atau kado bersama, karena rumusnya bisa diatur sesuka hati.
Pencatatan lewat chat. Bukan pembagi tagihan, melainkan tempat menyimpan angkanya. Berguna untuk mengingat siapa yang belum mengganti talanganmu.
Cara memilih aplikasi split bill yang tidak berakhir dilupakan
Pertanyaannya bukan mana yang paling lengkap, melainkan seberapa sering kamu benar-benar patungan.
Kalau sebulan sekali, jangan memasang aplikasi baru. Fitur bawaan atau bahkan kalkulator ponsel sudah cukup, dan aplikasi tambahan hanya akan menganggur.
Kalau seminggu beberapa kali, misalnya makan siang kantor, yang kamu butuhkan adalah kecepatan. Alat yang butuh memasukkan nama peserta satu per satu tiap kali akan ditinggalkan dalam dua minggu.
Kalau patungannya besar dan berlangsung berhari-hari, seperti liburan bersama, barulah aplikasi khusus terasa gunanya. Di situ jumlah transaksinya banyak dan saling silang, dan menghitung manual memang melelahkan.
Yang tidak dikerjakan aplikasi split bill mana pun
Ini bagian yang paling sering luput. Membagi tagihan dan mencatat keuangan adalah dua pekerjaan berbeda.
Setelah pembagian selesai dan semua orang membayar, kamu tetap mengeluarkan uang untuk porsimu sendiri. Angka itu perlu masuk ke catatan pengeluaran pribadimu, dan hampir tidak ada pembagi tagihan yang mengurusnya.
Kesalahan sebaliknya juga sering terjadi. Total struk dicatat sebagai pengeluaranmu, padahal sebagian besarnya uang teman yang cuma lewat rekeningmu.
Yang benar cukup satu aturan: catat porsimu sebagai pengeluaran, dan catat talanganmu sebagai piutang. Dua hal itu tidak boleh dicampur, karena yang satu uang habis dan yang satu uang yang seharusnya kembali.
Mencatatnya bisa sesingkat mengetik "talangin makan bareng 240rb, porsi aku 60rb" lewat BotMoni di WhatsApp. Untuk sisi piutangnya, bahasan aplikasi split bill dan catatan talangan menjelaskan cara menagih tanpa mengandalkan ingatan.
Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu menyebut pencatatan piutang sebagai bagian dari pengelolaan keuangan pribadi, termasuk piutang bernominal kecil.
Kesalahan yang bikin alatnya cepat ditinggalkan
Pola berhentinya hampir selalu sama, dan biasanya karena tiga hal ini:
- Semua peserta harus dimasukkan ulang setiap kali, padahal orangnya itu-itu juga.
- Alatnya menuntut ketelitian di saat yang salah, yaitu ketika semua orang sudah mau pulang.
- Hasil pembagiannya sulit dikirim ke grup obrolan, jadi tetap harus diketik ulang manual.
Yang ketiga paling sering luput dari perhatian. Pembagian yang tidak bisa dibagikan dengan mudah akhirnya diketik ulang, dan begitu diketik ulang, aplikasinya kehilangan alasan untuk dipakai.
Karena itu ukuran paling jujur bukan kelengkapan fiturnya, melainkan berapa lama waktu dari struk di tangan sampai rincian terkirim ke grup.
Empat hal yang layak diperiksa sebelum memilih
- Apakah temanmu harus memasang aplikasi yang sama supaya penagihannya jalan.
- Apakah pajak dan biaya layanan bisa dibagi proporsional, bukan cuma harga menu.
- Apakah riwayatnya tersimpan, atau hilang setelah pembagian ditandai lunas.
- Apakah datanya bisa dikeluarkan kalau suatu saat kamu berhenti memakainya.
Poin ketiga yang paling menentukan untuk pemakaian jangka panjang. Alat yang hanya menghitung lalu melupakan tidak akan membantumu tahu berapa total talanganmu bulan ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aplikasi split bill perlu berbayar?
Untuk kebutuhan sehari-hari, tidak. Fitur bawaan dompet digital dan lembar kerja gratis sudah menutup hampir semua kasus. Berbayar baru masuk akal kalau kamu mengurus patungan besar dengan banyak orang secara rutin.
Bagaimana kalau teman saya beda-beda aplikasinya?
Hitung pembagiannya di satu tempat, lalu kirim hasilnya sebagai teks ke grup obrolan. Cara ini bebas dari syarat semua orang memakai aplikasi yang sama.
Apakah pajak dan biaya layanan harus dibagi?
Harus, dan sebaiknya proporsional terhadap pesanan masing-masing. Kalau tidak, yang menalangi selalu menanggung sisanya tanpa disadari siapa pun.
Perlukah menyimpan struknya?
Perlu, setidaknya sampai semua orang mengganti. Struk adalah satu-satunya bukti yang tidak bisa diperdebatkan saat ada yang lupa memesan apa.
Kesimpulan
Aplikasi split bill terbaik adalah yang sesuai frekuensi patunganmu. Sesekali cukup fitur bawaan, rutin butuh yang cepat, dan patungan besar berhari-hari baru layak memakai aplikasi khusus.
Apa pun pilihannya, jangan berhenti di pembagian. Catat porsimu sebagai pengeluaran dan talanganmu sebagai piutang, karena di situlah letak uang yang paling sering hilang tanpa jejak.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.