Kalau kamu mencari aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP, daftar pilihannya panjang sekali. Ratusan nama, tampilan yang mirip-mirip, dan ulasan yang sama-sama bagus.
Yang jarang disebut di daftar itu adalah kenyataan pahitnya: sebagian besar aplikasi keuangan berhenti dipakai dalam tiga puluh hari pertama. Bukan karena aplikasinya jelek, melainkan karena mencatat terasa seperti pekerjaan tambahan.
Ringkasan singkat
- Pilih berdasarkan jumlah langkah untuk mencatat satu transaksi, bukan berdasarkan jumlah fitur.
- Aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP yang bertahan biasanya bisa dipakai sambil berdiri di kasir.
- Fitur grafik dan anggaran baru berguna kalau datanya lengkap, dan data hanya lengkap kalau mencatatnya mudah.
- Uji dengan transaksi tunai kecil, karena itu yang paling sering hilang dari catatan.
Ukur dengan hitungan langkah, bukan daftar fitur
Cobalah satu percobaan sederhana sebelum memutuskan. Catat satu transaksi kecil, misalnya beli air mineral, lalu hitung berapa kali jarimu menyentuh layar sampai tersimpan.
Kebanyakan aplikasi butuh tujuh sampai sepuluh sentuhan. Buka aplikasi, tunggu muat, tekan tambah, pilih kategori, ketik nominal, pilih dompet, pilih tanggal, simpan.
Sekarang kalikan dengan lima transaksi sehari selama sebulan. Angkanya jadi lebih dari seribu sentuhan hanya untuk mencatat belanja kecil, dan di situlah semangat biasanya habis.
Tanda aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP yang akan kamu tinggalkan
Ada pola yang berulang pada aplikasi yang akhirnya jarang dibuka:
- Kategori terlalu banyak, sehingga memilih saja sudah bikin ragu.
- Wajib mendaftar dan memverifikasi sebelum bisa mencoba satu catatan pun.
- Iklan muncul tepat setelah menyimpan, jadi tiap catatan terasa ada ongkosnya.
Kalau tiga hal ini ada sekaligus, hampir bisa dipastikan kamu berhenti sebelum bulan kedua.
Aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP yang tidak perlu dibuka
Ada jalan lain yang sering terlewat. Alih-alih memasang aplikasi baru, kamu memakai ruang obrolan yang memang sudah terbuka sepanjang hari.
Kamu mengetik "bensin 20rb" atau "masuk gaji 3jt" seperti mengirim pesan biasa, dan catatannya langsung tersimpan. Tidak ada aplikasi yang dibuka, tidak ada kategori yang dipilih, tidak ada tombol simpan.
Untuk transaksi tunai kecil, selisihnya besar sekali. Mencatat jadi selesai sebelum uang kembalian masuk kantong, bukan ditunda sampai malam lalu terlupa.
Kamu bisa mencobanya lewat BotMoni di WhatsApp tanpa memasang apa pun lebih dulu. Kalau kamu ingin membandingkan dengan cara lama, ada juga bahasan aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP lewat obrolan yang menjelaskan perbedaannya.
Fitur yang benar-benar dipakai setelah tiga bulan
Saat memilih, orang cenderung tergoda daftar fitur panjang. Setelah tiga bulan, yang benar-benar dipakai biasanya cuma empat.
- Rekap pengeluaran bulan berjalan.
- Pemisahan uang pribadi dan uang usaha, kalau kamu berjualan.
- Pencarian catatan lama berdasarkan kata.
- Ekspor data ke berkas yang bisa dibuka di komputer.
Sisanya, seperti grafik lingkaran dan target tabungan otomatis, jarang disentuh. Semua itu juga hanya berguna kalau datanya lengkap.
Ada satu ukuran sederhana yang bisa kamu pakai. Setelah sebulan, buka riwayatnya dan hitung berapa hari yang benar-benar terisi.
Kalau yang terisi kurang dari dua puluh hari, alatnya belum cocok untukmu, sebaik apa pun ulasannya. Angka itu jauh lebih jujur daripada perasaan bahwa aplikasinya bagus, karena catatan yang bolong tidak bisa dipakai untuk melihat pola pengeluaran.
Jangan pula menilai dari minggu pertama. Minggu pertama selalu rajin, karena masih ada rasa penasaran yang belum habis.
Jangan lupa memeriksa jalan keluarnya
Sebelum memindahkan catatan berbulan-bulan ke satu aplikasi, periksa apakah kamu bisa menariknya keluar lagi. Aplikasi yang tidak menyediakan ekspor membuatmu terikat, bukan karena bagus, melainkan karena sulit pindah.
Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu menekankan bahwa catatan keuangan baru berguna kalau bisa dibaca kembali ketika dibutuhkan. Berkas yang terkunci di satu aplikasi tidak memenuhi syarat itu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP aman dipakai?
Selama kamu tidak memasukkan PIN, nomor kartu, atau kata sandi perbankan, risikonya kecil. Catatan keuangan pribadi hanya berisi nominal dan keterangan singkat. Periksa kebijakan privasinya, dan hindari aplikasi yang meminta izin membaca SMS tanpa alasan jelas.
Perlukah membayar supaya catatannya rapi?
Tidak. Kerapian datang dari kebiasaan mencatat, bukan dari paket berbayar. Paket berbayar biasanya hanya menambah kapasitas atau laporan, bukan mengubah disiplin.
Bagaimana kalau saya sering lupa mencatat transaksi tunai?
Pindahkan tempat mencatatnya ke aplikasi yang sudah kamu buka setiap hari. Semakin dekat tempat mencatat dengan kebiasaan harian, semakin kecil peluang lupa.
Apakah bisa dipakai berdua dengan pasangan?
Bisa, asal aplikasinya mendukung lebih dari satu pengguna pada catatan yang sama. Kalau tidak, cara paling sederhana adalah memakai satu nomor bersama untuk mencatat pengeluaran rumah tangga.
Apakah perlu mencatat sampai ke nominal kecil seperti parkir?
Perlu, terutama di tiga bulan pertama. Pengeluaran kecil yang berulang biasanya menjadi bagian terbesar dari kebocoran, dan itu tidak akan terlihat kalau hanya transaksi besar yang dicatat. Setelah polanya terbaca, kamu boleh menyederhanakannya.
Kesimpulan
Aplikasi untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP yang terbaik bukan yang paling lengkap, melainkan yang paling sedikit menuntut. Fitur bisa menunggu, kebiasaan tidak.
Uji dengan transaksi kecil, hitung langkahnya, dan pastikan datanya bisa kamu bawa keluar. Kalau mencatat sudah terasa ringan, sisanya akan mengikuti dengan sendirinya.
Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.