Kebiasaan

Contoh Catatan Pengeluaran Harian Pribadi yang Bisa Ditiru

Ramlann Hamdani

Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Banyak orang berhenti mencatat bukan karena malas, melainkan karena bingung bentuknya harus seperti apa. Mereka mencari contoh catatan pengeluaran harian pribadi, menemukan templat akuntansi dengan belasan kolom, lalu merasa itu terlalu berat untuk dipakai sehari-hari.

Padahal untuk keperluan pribadi, catatan yang berguna bisa sangat sederhana. Artikel ini memberi contohnya secara utuh, satu hari penuh, supaya kamu bisa langsung meniru.

Ringkasan singkat

  • Empat kolom sudah cukup: waktu, keterangan, kategori, dan nominal.
  • Contoh catatan pengeluaran harian pribadi yang baik memuat transaksi kecil, bukan hanya yang besar.
  • Isi saat kejadian, lalu baca ulang sekali seminggu untuk melihat polanya.
  • Jangan menambah kolom sebelum kebiasaan mencatatnya berjalan minimal satu bulan.

Kolom yang perlu ada, dan yang tidak perlu

Untuk catatan pribadi, empat kolom ini sudah menjawab hampir semua pertanyaan yang akan kamu ajukan nanti:

  • Waktu, cukup jam saja, supaya kamu tahu pola pengeluaran pagi dan malam.
  • Keterangan singkat, ditulis apa adanya seperti kamu bercerita.
  • Kategori, maksimal enam jenis untuk seluruh pengeluaranmu.
  • Nominal, ditulis persis tanpa dibulatkan.

Yang tidak perlu ada di awal adalah kolom anggaran, kolom sisa saldo, dan kolom metode pembayaran. Semua itu berguna, tetapi menambahnya sekarang hanya membuat pengisian terasa lambat.

Tambahkan nanti, setelah kamu terbukti mengisi tiga puluh hari berturut-turut.

Contoh catatan pengeluaran harian pribadi untuk satu hari

Berikut isi satu hari kerja biasa, ditulis apa adanya:

  • 06.40 — sarapan bubur, makan, 12.000
  • 07.10 — bensin motor, transportasi, 20.000
  • 09.30 — kopi di kantor, makan, 18.000
  • 12.15 — makan siang warteg, makan, 22.000
  • 13.00 — parkir, transportasi, 3.000
  • 16.20 — pulsa data, tagihan, 50.000
  • 18.45 — belanja sayur untuk besok, rumah, 35.000
  • 20.10 — jajan anak, keluarga, 10.000

Totalnya seratus tujuh puluh ribu rupiah dalam satu hari. Angka itu terasa kecil satu per satu, tetapi kalau polanya sama selama dua puluh hari kerja, jumlahnya sudah lebih dari tiga juta.

Inilah gunanya mencatat sampai ke nominal kecil. Yang menghabiskan uang biasanya bukan satu belanja besar, melainkan delapan belanja kecil yang tidak pernah dijumlahkan.

Cara membaca contoh catatan pengeluaran harian pribadi di akhir minggu

Setiap Minggu malam, sisihkan sepuluh menit. Jumlahkan per kategori, lalu urutkan dari yang terbesar.

Dari contoh di atas, kategori makan hampir pasti menang. Itu wajar, dan bukan berarti kamu boros.

Yang perlu kamu cari bukan angka terbesar, melainkan angka yang mengejutkanmu. Kalau kategori tertentu ternyata dua kali lipat dari dugaanmu, di situlah letak kebocorannya.

Setelah tahu, ubah satu hal saja. Mengubah lima hal sekaligus hampir selalu gagal, sedangkan satu perubahan kecil yang bertahan sebulan jauh lebih berpengaruh.

Bentuk catatannya boleh apa saja, asal kamu benar-benar mengisinya. Buku tulis kecil bekerja dengan baik kalau selalu kamu bawa.

Kelemahan buku tulis adalah ia tertinggal, basah, atau halamannya hilang. Kelemahan lembar kerja di komputer adalah ia jarang terbuka saat kamu sedang di luar rumah.

Karena itu sebagian orang memilih mencatat lewat ruang obrolan yang sudah terbuka sepanjang hari. Kamu mengetik "bensin 20rb" seperti mengirim pesan biasa, dan catatannya masuk lengkap dengan tanggal dan jam.

Cara ini bisa dicoba lewat BotMoni di WhatsApp tanpa memasang apa pun. Kalau kamu ingin melihat bentuk lain yang lebih terstruktur, ada juga bahasan contoh catatan pengeluaran harian pribadi dan cara merapikannya.

Tiga kesalahan yang membuat contoh apa pun jadi tidak berguna

Sebagus apa pun contohnya, catatan tetap gagal kalau tiga hal ini terjadi:

  1. Hanya mencatat pengeluaran besar, sehingga polanya tidak pernah terlihat.
  2. Membulatkan angka, sehingga selisihnya menumpuk tanpa terasa.
  3. Menunda sampai akhir minggu, sehingga yang tercatat hanya yang masih diingat.

Yang ketiga paling merusak. Ingatan manusia sangat buruk untuk nominal kecil, dan justru nominal kecil itu yang paling banyak jumlahnya.

Otoritas Jasa Keuangan lewat Sikapi Uangmu menempatkan pencatatan sebagai langkah pertama sebelum menyusun anggaran, karena anggaran yang disusun tanpa data hanya berisi tebakan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kategori yang ideal untuk catatan pribadi?

Empat sampai enam. Misalnya makan, transportasi, tagihan, rumah, keluarga, dan lain-lain. Kategori yang terlalu banyak membuat kamu ragu setiap kali mencatat, dan keraguan itu yang membuat pengisian tertunda.

Apakah pemasukan perlu dicatat juga?

Perlu, tetapi tidak serepot pengeluaran. Pemasukan biasanya hanya beberapa kali sebulan, jadi cukup dicatat saat masuk tanpa perlu dirinci.

Bagaimana kalau saya lupa mencatat satu hari penuh?

Isi seingatnya, lalu beri tanda bahwa hari itu tidak lengkap. Jangan mengosongkan seluruh hari, karena catatan yang bolong tanpa keterangan akan membuat rekap bulananmu menyesatkan.

Apakah perlu menyimpan struk belanja?

Tidak perlu kalau sudah dicatat saat itu juga. Struk hanya berguna sebagai cadangan bagi orang yang terbiasa mencatat menyusul di malam hari.

Kesimpulan

Contoh catatan pengeluaran harian pribadi yang paling berguna adalah yang paling sederhana. Empat kolom, diisi saat kejadian, termasuk nominal kecil yang biasanya dianggap tidak penting.

Tiru bentuknya selama satu bulan penuh tanpa menambah apa pun. Setelah pola pengeluaranmu terlihat, barulah masuk akal menambah kolom atau memindahkannya ke alat yang lebih rapi.

Ramlann Hamdani

Menulis untuk BotMoni tentang kebiasaan mencatat, arus kas harian, dan cara membuat rekap uang lebih mudah dipakai.

Baca berikutnya

Tulisan lain yang searah.

Coba minggu ini

Tiga puluh hari, lalu lihat angkanya sendiri.

Paket Starter gratis dan tidak butuh kartu. Cukup satu nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai tiap hari.